presiden, beginilah rata-rata sapur milik orang Parakan Temangung. dapur kotor. bagi yang mau membantu, bisa transfer uang anda ke rekening bank BCA. 012.301.95.28 TERIMAKASIH BANTUANNYA.BOBO ONLINE 2
Kamis, 20 Maret 2014
Rakyat memiliki rumah dibawah standart
Saya harap presiden membaca ini. tolong sebarkan ke blogmu.
presiden, beginilah rata-rata sapur milik orang Parakan Temangung. dapur kotor. bagi yang mau membantu, bisa transfer uang anda ke rekening bank BCA. 012.301.95.28 TERIMAKASIH BANTUANNYA.
presiden, beginilah rata-rata sapur milik orang Parakan Temangung. dapur kotor. bagi yang mau membantu, bisa transfer uang anda ke rekening bank BCA. 012.301.95.28 TERIMAKASIH BANTUANNYA.Jumat, 21 Februari 2014
doain ya
semoga aku besok menang lomba gambar ya, tolong doakan aku. ya Tuhan, kalau aku bisa menang, aku mau nyumangin hadiahnya buat pembangunan.
Kamis, 20 Februari 2014
Dari teman 6 Feb 2014
APAKABAR BO TERBAIK
Hai, apa kabar Bo? Aku baik-baik saja. Bo, aku sudah berlangganan kamu selama satu tahun. isinya menarik dan membuatku pintar. Oh iya bo, aku punya usul, nih, Boloeh enggak kamu kasih tips tentang mengubah sifat buruk? juga resep sugar cookies di rubrik Kreatif. sudah dulu suratku, Salam untuk semua penghuni negri kelinci
Rhenata Febria Angelica Setiawan (kelas 4 Sd)
Jl. Pulomas Utara No. 22 Jakarta Timur
Hai Rhenata, Aku juga baik seperti kamu. terimakasih ya, kamu sudah menjadi sahabat Bobo. Ok, kedua usulmu itu sudah Bobo sampaikan pada kakak redaksi. salam semanis gula dari semua penghuni negri kelinci
PUISI HALAMANKU TERBAIK
Buku
Buku
Hai, apa kabar Bo? Aku baik-baik saja. Bo, aku sudah berlangganan kamu selama satu tahun. isinya menarik dan membuatku pintar. Oh iya bo, aku punya usul, nih, Boloeh enggak kamu kasih tips tentang mengubah sifat buruk? juga resep sugar cookies di rubrik Kreatif. sudah dulu suratku, Salam untuk semua penghuni negri kelinci
Jl. Pulomas Utara No. 22 Jakarta Timur
Hai Rhenata, Aku juga baik seperti kamu. terimakasih ya, kamu sudah menjadi sahabat Bobo. Ok, kedua usulmu itu sudah Bobo sampaikan pada kakak redaksi. salam semanis gula dari semua penghuni negri kelinci
PUISI HALAMANKU TERBAIK
Buku
Buku
Jumat, 14 Februari 2014
Majalah Bobo Mendapat penghargaan
Majalah BOBO Raih Penghargaan
Penghargaan IPMA
IPMA merupakan kepanjangan dari Indonesia Print Media Award. Ini adalah penghargaan untuk halaman muka (cover) terbaik media cetak, seperti surat kabar, majalah, dan tabloid. IPMA sudah digelar sejak tahun 2010, lo. Dan tahun ini, Majalah BOBO berhasil meraih penghargaan IPMA (Indonesia Print Media Award) sebagai The Best of Children License Magazine 2014 : Silver Winner . Wow.. Selamaaat! O ya, IPMA ini adalah serangkaian acara untuk menyambut hari Pers Indonesia yang jatuh setiap tanggal 9 Februari.
BOBO, Majalahku
Kaver Majalah BOBO edisi 20 Juni 2013 menang IPMA
Selamaaat untuk Majalah BOBO, atas penghargaan yang diraihnya. Semoga tahun depan dapat lagi, ya!
(Marisa*) Foto : dok.Pribadi
Kamis, 13 Februari 2014
membantu teman yang tertimpa bencana
bagi teman yang tidak tertimpa bencana bisa membuat artikel disini. sertakan nama lengkap, kelas, dan alamat email. bisa cerita, atau lainnya. nanti tiap 1 artikel akan di berikan uang 10000. kirim kan saja ke egasanjaya75@yahoo.com BURUAN YA!!!!!!!!!!!!!!! selain itu, akan dipilih 3 juara yg good! hadiahnya, rahasia donk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Musik dari Es
Memainkan Musik Es
Pembuatan alat musik dari es
Konser Es
Di bagian utara Swedia, ada orkestra yang luas biasa. Bukan hanya musiknya yang luar biasa, tapi juga alat musiknya. Jadi penasaran, kan?
Alat musik yang digunakan dibuat dari es, bahan yang jumlahnya melimpah di musim dingin. Violin yang digunakan bukanlah violin kuno berbahan kayu. Violin ini baru dibuat beberapa saat menjelang konser diadakan. Lihat saja proses pembuatannya. Keren!
Konser es diadakan dari bulan Desember 2013 sampai April 2014, saat musim dingin di bagian bumi utara. Setelah itu, akan datanglah musim semi yang lebih hangat. Alat-alat musiknya akan mencair.
Dalam Igloo
Tidak hanya alat musiknya yang dari es, gedung tempat konsernya pun dari es. Gedung itu berbentuk igloo, rumah orang Eskimo. Dalam igloo raksasa inilah konser digelar. Tentu saja suhu udara di dalam igloo ini cukup dingin supaya alat-alat musik tidak mencair.
Suhu di dalam igloo ini diatur agar selalu tetap -5o C. Bentuk igloo yang melengkung menghasilkan akustik yang baik untuk musik orkestra. Supaya bisa menonton dengan nyaman, penonton konser disarankan untuk mengenakan pakaian yang cukup tebal, syal dan topi.
Bagaimana bunyi yang dihasilkan, ya? Pasti merdu sekali. Selain dihibur oleh musik merdunya, kita juga dihibur oleh keindahan pahatan esnya. Wow!
Foto: swedishlapland.com
gunung Kelud meletus
Suara gemuruh yang terdengar warga Soloraya, DIY, Purwodadi diduga kuat dari letusan dahsyat Gunung Kelud bukan Gunung Merapi. Kondisi Merapi Kamis (13/2/2014) malam anteng.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) Subandriyo mengakui ada getaran yang terasa kuat tersebut. Pihaknya buru-buru mengecek kondisi Merapi dan memastikan gunung tersebut dalam kondisi tenang.
“Kami baru cek Merapi dan kalem. Tidak ada aktivitas berarti,” kata Subandriyo ketika dihubungi JIBI/Harian Jogja melalui telepon Kamis malam.
Subandriyo menduga getaran kuat dan suara gemuruh itu memang berasal dari Kelud. Pihaknya pun mendapatkan laporan kondisi tersebut.
”Ada petugas kami di Gunungkidul yang merasakan getaran kuat. Di Klaten dan Solo juga. Karena Merapi tenang maka kemungkinan memang dari Kelud,” tambahnya.
Kenapa bisa terasa sampai begitu jauh? Menurut Subandriyo jika benar getaran dari Kelud maka kemungkinan sumber letusan dari bagian yang sangat dalam. Artinya?
”Artinya kalau meletus akan besar. Seperti Merapi dulu ketika hendak meletus besar getaran dan gemuruh terasa sampai ke Solo juga,” katanya lagi. (sumber: http://www.solopos.com/2014/02/14/gunung-kelud-meletus-gemuruh-di-soloraya-dan-diy-bukan-dari-merapi-489398)
Erupsi gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, Kamis, 13 Februari 2014,
menjelang tengah malam, menghasilkan hujan abu hingga wilayah Surakarta,
Karanganyar, bahkan Yogyakarta. Warga Yogya mengira abu itu datang dari
Merapi.
“Saya kira Merapi njeblug (meletus), ternyata bukan. Ini saya harus setor makanan ke warung,” kata Ibu Tugimin, warga Yogyakarta, Jum’at, 14 Februari 2014 pagi. Warga Yogya itupun menjalankan aktivitasnya menggunakan masker dan payung.
Hingga pukul 06.15 tadi, guyuran abu masih tampak di Yogyakarta. Abu vulkanik warna putih menyelimuti atap rumah, pohon, dan jalan raya. Namun sekitar sepuluh menit kemudian, matahari kuning mulai membuka wajah Kota Yogya.
Warga Yogya lainnya, Bambang, mengaku tahu letusan Gunung Kelud dari siaran televisi. “Kebetulan tadi malam saya belum tidur. Saya pantau tivi sampai jam dua pagi. Saya juga dengar ledakan sekitar pukul 11.00. Semula saya kira juga Merapi,” katanya.
Di Karanganyar, seorang warga, David, mengaku baru sadar jika hujan abu berasal dari gunung Kelud di Kediri. “Saya kira dari gunung Merapi. Tapi setelah menonton televisi, ternyata gunung Kelud yang meletus,” kata warga Bejen, Karanganyar, Jumat pagi.
Dia mengatakan, saat gunung Merapi erupsi pada 2010, hujan abu tidak sampai Karanganyar. Dia menyebut, hujan abu gunung Kelud juga disertai kerikil ukuran kecil. “Terdengar gemericik di atap rumah,” katanya. (Baca: Pengungsi Gunung Kelud Mengendap-endap Demi Sapi)
Saat ini warga Karanganyar tetap beraktivitas. Pengendara sepeda motor memakai jas hujan agar tidak terkena abu vulkanik. (Baca: Telat Mengungsi, Warga Lereng Kelud Diam di Rumah)(sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/02/14/058554066/Kelud-Meletus-Warga-Yogya-Mengira-Merapi-Njeblug)
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) Subandriyo mengakui ada getaran yang terasa kuat tersebut. Pihaknya buru-buru mengecek kondisi Merapi dan memastikan gunung tersebut dalam kondisi tenang.
“Kami baru cek Merapi dan kalem. Tidak ada aktivitas berarti,” kata Subandriyo ketika dihubungi JIBI/Harian Jogja melalui telepon Kamis malam.
Subandriyo menduga getaran kuat dan suara gemuruh itu memang berasal dari Kelud. Pihaknya pun mendapatkan laporan kondisi tersebut.
”Ada petugas kami di Gunungkidul yang merasakan getaran kuat. Di Klaten dan Solo juga. Karena Merapi tenang maka kemungkinan memang dari Kelud,” tambahnya.
Kenapa bisa terasa sampai begitu jauh? Menurut Subandriyo jika benar getaran dari Kelud maka kemungkinan sumber letusan dari bagian yang sangat dalam. Artinya?
”Artinya kalau meletus akan besar. Seperti Merapi dulu ketika hendak meletus besar getaran dan gemuruh terasa sampai ke Solo juga,” katanya lagi. (sumber: http://www.solopos.com/2014/02/14/gunung-kelud-meletus-gemuruh-di-soloraya-dan-diy-bukan-dari-merapi-489398)
“Saya kira Merapi njeblug (meletus), ternyata bukan. Ini saya harus setor makanan ke warung,” kata Ibu Tugimin, warga Yogyakarta, Jum’at, 14 Februari 2014 pagi. Warga Yogya itupun menjalankan aktivitasnya menggunakan masker dan payung.
Hingga pukul 06.15 tadi, guyuran abu masih tampak di Yogyakarta. Abu vulkanik warna putih menyelimuti atap rumah, pohon, dan jalan raya. Namun sekitar sepuluh menit kemudian, matahari kuning mulai membuka wajah Kota Yogya.
Warga Yogya lainnya, Bambang, mengaku tahu letusan Gunung Kelud dari siaran televisi. “Kebetulan tadi malam saya belum tidur. Saya pantau tivi sampai jam dua pagi. Saya juga dengar ledakan sekitar pukul 11.00. Semula saya kira juga Merapi,” katanya.
Di Karanganyar, seorang warga, David, mengaku baru sadar jika hujan abu berasal dari gunung Kelud di Kediri. “Saya kira dari gunung Merapi. Tapi setelah menonton televisi, ternyata gunung Kelud yang meletus,” kata warga Bejen, Karanganyar, Jumat pagi.
Dia mengatakan, saat gunung Merapi erupsi pada 2010, hujan abu tidak sampai Karanganyar. Dia menyebut, hujan abu gunung Kelud juga disertai kerikil ukuran kecil. “Terdengar gemericik di atap rumah,” katanya. (Baca: Pengungsi Gunung Kelud Mengendap-endap Demi Sapi)
Saat ini warga Karanganyar tetap beraktivitas. Pengendara sepeda motor memakai jas hujan agar tidak terkena abu vulkanik. (Baca: Telat Mengungsi, Warga Lereng Kelud Diam di Rumah)(sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/02/14/058554066/Kelud-Meletus-Warga-Yogya-Mengira-Merapi-Njeblug)
gunung Kelud di kediri meletus. korbennya belum diketahui. karena aku tinggal di Yogyakarta, aku merasa kota yang abunya paling tebal itu Yogya dan Kediri. aku merasa ada ssuara gluduk-gluduk. lalu aku melihat berita. ternyata Kelud meletus. aku hari ini tidak sekolah karena abunya sampai 15 cm. aku juga mendengar berita kalau bandara adisucipto tidak jadi menerbangkan pesawat 5 kali.
mau melihat videonya? nih:
baru 5 menit (08:17:32(jam 8 pagi lewat 17 menit lewat 32 menit WIB)) aku mendengar suara gluduk sangat keras, sekian dari Ega.
Oleh:
Rabu, 12 Februari 2014
Trovants si batu hidup
Misteri Trovants Si Batu Hidup
Batu Hidup
Namanya Trovants. Secara kasat mata, batu ini sama dengan batu lain pada umumnya. Namun, trovants atau living stone ini sangat istimewa, karena bisa bertumbuh dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Museum Trovants
Taman bat-batu trovants
Bola Pasir Semen
Menurut beberapa ahli, trovants adalah fenomena geologi. Batu-batu ini merupakan bola pasir semen yang terbentuk akibat gempa bumi yang kuat, yang terjadi 6 juta tahun yang lalu. Nah, karena aktivitas seismik yang kuat inilah, trovants si batu hidup terbentuk.Lalu, bagaimana trovants tumbuh? Yap, batu ini tumbuh setelah hujan besar turun. Batu ini akan membesar dari yang tadi hanya berukuran 6-8 milimeter menjadi 6-10 meter. Whuiiih!
Trovants tidak hanya berkembang, tapi juga menghasilkan tunas batu baru
Ssst… batu ini rupanya tidak hanya berkembang menjadi lebih besar, lo. Trovants juga bisa menghasilkan tunas batu lainnya. Ketika tunas itu membesar, ia akan memisahkan diri dan menjadi batuan induk baru.
Lingkaran Usia
Tumbuhnya batu hidup ini, sebenarnya menjadi pertanyaan besar bagi para geolog. Namun, sampai saat ini, para geolog masih gagal menemukan alasan tepat, mengapa batu ini memiliki lingkaran usia, sama seperti yang terdapat pada batang pohon, yang terbelah. Padahal, secara komposisi kimia, trovants tidak ada hubungannya dengan tanaman. Trovants murni batu. Namun, untuk
Jika dibelah, trovants punya lingkaran usia, sama seperti lingkaran usia pada batang pohon.
Jadi Souvenir
Misteri batu hidup ini rupanya bukan menjadi masalah besar bagi penduduk setempat, lo. Mereka sudah terbiasa dengan fenomena batu hidup ini. Malah, dengan adanya trovants, membuat banyak wisatawan mengunjungi wilayah ini. Sebab itulah, banyak peduduk di sana yang memanfaatkan trovants ini sebagai souvenir untuk para wisatawan.
Teman-teman sudah ada yang pernah melihat batu trovants secara langsung? Hehehe.. ^o^
oleh:
TOURIST TAK SUKA KORUPSI
Tourist pun Tidak Suka Pada Korupsi
Berangkat dari Purwokerto pukul setengah lima pagi, rombongan yang berjumlah 256 anak tersebut terbagi menjadi 48 kelompok dan menggunakan lima bus.
Pukul tujuh, rombongan mampir di Kebumen untuk sarapan pagi. Sampai di Borobudur pukul sepuluh dan kami langsung menuju candi. Selain berkeliling untuk melihat-lihat candi, setiap kelompok harus mencari wisatawan asing untuk diwawancarai.
Kami bersyukur karena kelompok kami bisa mewawancarai dua pasang wisatawan dari Peru dan Perancis. Wisatawan dari Peru sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia sedangkan wisatawan dari Perancis mengaku sangat menyukai masakan Indonesia.
Setelah makan siang, rombongan kami melanjutkan perjalanan ke Keraton Yogyakarta dan Malioboro. Ada hal menarik yang kami dapatkan saat mewawancarai wisatawan dari Finlandia di Malioboro.
Dia mengatakan bahwa salah satu hal yang tidak disukai dari Indonesia adalah tingginya kasus korupsi. Di luar persoalan korupsi, dia menyatakan sangat menyukai Indonesia dan ingin berkunjung kembali di lain waktu. (sekian)
Memberi komentar
Nenek sangat senang di awal tahun 2014 ini. Anak-anak yang
mengirimkan cerita ke Klinik Cerita bertambah banyak. Cerita yang Nenek
terima dan terbitkan selama ini sudah mencapai lebih dari 5000. Masih
ada 900-an cerita yang menunggu antrian untuk diterbitkan. Wah, kacamata
Nenek bisa bertambah tebal, nih, membaca semuanya.
Hari ini, Nenek membaca kembali cerita-cerita yang sudah pernah diterbitkan. Selain senang, Nenek juga sedih. Nenek sedih membaca beberapa komentar yang ada di cerita. Ada yang komentarnya tidak berhubungan dengan cerita, ada juga yang berkomentar kurang pantas.
Anak-anak Indonesia adalah anak-anak yang rajin belajar, rendah hati, sopan dan suka menolong orang lain. Nenek tidak akan rela bila ada yang mengacaukannya. Karena itu, Nenek terpaksa menghapus komentar-komentar yang tidak mencerminkan sikap anak Indonesia yang baik.
Nenek sudah menghapus beberapa komentar yang kasar, merendahkan, dan
tidak sopan. Nenek berharap, teman-teman yang sudah memberi komentar
seperti itu tidak mengulanginya lagi.
Bagaimana, sih, memberi komentar yang baik?
dari:
Hari ini, Nenek membaca kembali cerita-cerita yang sudah pernah diterbitkan. Selain senang, Nenek juga sedih. Nenek sedih membaca beberapa komentar yang ada di cerita. Ada yang komentarnya tidak berhubungan dengan cerita, ada juga yang berkomentar kurang pantas.
Anak-anak Indonesia adalah anak-anak yang rajin belajar, rendah hati, sopan dan suka menolong orang lain. Nenek tidak akan rela bila ada yang mengacaukannya. Karena itu, Nenek terpaksa menghapus komentar-komentar yang tidak mencerminkan sikap anak Indonesia yang baik.
Komentar yang kasar, merendahkan dan tidak sopan terpaksa Nenek buang
Bagaimana, sih, memberi komentar yang baik?
- Komentarnya berhubungan dengan artikel/cerita yang ditampilkan. Bayangkan kalau di cerita karya kita yang temanya tentang persahabatan, ada komentar tentang laptop orang lain yang rusak. Pembaca lain menjadi bingung. Kita pun mungkin tidak bisa menerimanya dengan sukacita. Iya, kan?
- Komentar berisi kritik yang membangun disampaikan dengan kata-kata yang sopan. Bayangkanlah diri kita sendiri yang harus menerima kritik itu. Kita tentunya enggak mau, kan, kalau dikata-katai dengan kasar atau direndahkan?
dari:
nenek
BIKIN CERITA YUK!
teman-teman pasti ingin karyanya di muat? ayo buat karyamu!
- Gambar\foto: caranya mudah. hanya tinggal mengirim gambar\fotomu ke egasanjaya75@yahoo.com lalu sertakan nama lengkap, kelas, dan alamat email. tunggu sekitar 1 minggu-2 bulan. karyamu pasti terpampang!
- Cerita: caranya sama dengan mengirim foto. sertakan juga nama lengkap, kelas, alamat email, dan fotomu. tunggu saja 2 minggu- 1 bulan... pasti terpampang!
- Pengetahuan: caranya sama dengan mengirim foto. sertakan juga nama lengkap, kelas, alamat email, dan fotomu. tunggu saja 2 minggu- 1 bulan... pasti terpampang!
jangan takut ikut lomba
Jangan Takut Ikut Lomba!
Jangan Takut Ikut Lomba!
Cerita Lomba Mewarnai
Dulu, waktu aku mengikuti lomba mewarnai di sekolah, dalam ajang mempromosikan suatu vitamin, aku membawa meja dan krayon dengan yakin. Wah, pasti aku menang, begitulah pikirku. Lomba dimulai. Aku mulai cemas, karena dari tadi gambarku tercoret hingga keluar. Waktu hampir habis. Karena aku lelah, aku pasrah saja, membiarkan gambarku diambil. Gambar yang berantakan. Hal serupa pernah aku alami saat berlomba di Simpang Lima.
Ini adalah pengalaman salah satu temanku, Fania. Waktu itu, Fania sudah siap-siap mengikuti lomba mewarnai di perumahannya. Lomba itu khusus untuk TK dan SD kelas 1-3. Fania sudah berlatih, dan berlatih untuk itu. Aku tahu, dia memang berbakat untuk SBK. Ibunya pun, sudah mendaftarkannya. Hari H tak terasa datang. Fania mulai bersemangat sekali. Bersama tetangganya yang kebetulan juga ikut, Fania berangkat. Di tempat lomba berlangsung, Fania sedang asyik mewarnai bersama temannya.
"Dik, kok kalian besar sendiri? Ini kelas berapa, ya?" tanya salah satu pengawas.
"Kelas 4, Mbak." Jawab Fania.
"Maaf dik, lomba ini hanya untuk anak TK dan SD kelas 1-3......"
Tapi Fania dan aku tak pernah menyerah. Kami terus mencoba, dan mencoba.
Cerita Lomba Pramuka
Aku, Fania, Amara, Anas, Hafid, dan Billy mengikuti lomba LCTP. Semua soal kami kerjakan bersama. Kelompokku adalah Amara dan Fania. Sementara itu, rupanya soal terlihat lebih sulit, karena kami malah belajar soal untuk Penggalang, bukan Siaga. Anas yang sudah pernah ikut, tentu lebih berpengalaman. Alhasil, kelompok putri tidak masuk babak semifinal. Lantaran kecewa, Amara menangis. Tetapi, kami tidak menyerah. Kami akan terus ikut dan ikut lomba. Kami juga pernah mengikuti Pesta Siaga tingkat Kwarran 2013 dan juara 1. Tapi, langkah kami terhenti di tingkat berikutnya.
Tapi aku dan teman-teman tidak menyerah. Aku kini sedang persiapan dengan segala pentas seni, dan Lomba Story Telling, serta Lomba Sekolah Sehat. Amara juga kini mengikuti lomba Pegadaian.
Jadi, siapa yang saat diikutkan, sudah merasa tidak bisa, atau takut? Coba dulu, baru komentar, duonk!
Sekian. Salam untuk keluargamu, ya!
sumber: http://bobo.kidnesia.com/Bobo/B-Young-Journalist/Jangan-Takut-Ikut-Lomba
Palung Banda yang misterius
Palung Banda yang Misterius
Palung Banda yang Misterius
Palung = Jurang Laut
Palung Jawa dalamnya 2500 meter sampai 5000 meter dari permukaan laut. Sedangkan yang paling dalam adalah Palung Laut Banda dengan kedalaman lebih dari 7000 meter.
Apa itu palung? Palung adalah jurang yang terletak di dasar laut. Palung Laut Banda terletak di sebelah tenggara Pulau Banda atau di sebelah barat Kepulauan Kei.
Palung Laut Banda terbentuk karena pertemuan tiga lempeng kulit bumi, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia , dan lempeng Pasifik .
Selain lautnya sangat dalam, di sini juga sering terjadi gempa. Gempa cukup besar dengan 8,5 Skala Richter pernah terjadi pada 1 Februari 1928 dan mengakibatkan tsunami setinggi 1,5 meter.
Gambar gelap pada peta ini menunjukkan daerah laut dalam Palung Laut Banda. Sumber peta: bakosurtanal.go.id
Seperti apa rupa jurang laut Banda? Semua masih misterius. Tak seorang pun pernah melihat dasar laut karena palung ini sangat dalam dan keadaannya gelap gulita. Sinar matahari tak mungkin sampai ke dasar laut dan hanya menembus permukaan laut sampai sekitar 150 meter.
Seorang penyelam juga tak akan mampu menyelam sedalam 7000 meter dan menahan tekanan laut atau hidrostatik sebesar 700 kilogram per-sentimeter persegi.
Ekspedisi Snellius
Pada tahun 1929-1930, pemerintah kolonial Belanda mengadakan riset kelautan di daerah ini dengan menggunakan kapal HMS Willebrord Snellius. Dalam ekspedisi Snellius ini, para peneliti kelautan berhasil meneliti kedalaman laut Banda dan berhasil menetapkan bagian terdalam Palung Laut Banda, yaitu 7440 meter.
Gambar ini menunjukkan penampang kulit bumi, mulai dari daratan, laut, gunung, juga palung atau jurang laut.
Seperti kita ketahui, untuk mengukur kedalaman laut, peneliti menggunakan alat pengukur echo sounder . Prinsip kerja alat ini adalah mengeluarkan gelombang suara, lalu menangkap kembali gelombang suara setelah dipantulkan oleh dasar laut.
Ekspedisi Galathea
Bagaimana keadaan di dasar palung? Apakah di sana ada makluk hidupnya? Pada tahun 1951, sebuah ekspedisi ilmiah dari Denmark dengan menggunakan kapal Galathea berlayar ke Laut Banda. Dengan menggunakan alat khusus untuk mengambil lapisan tanah yang diturunkan dengan kabel baja, Galathea mencoba merogoh dasar palung dan membawa naik contoh tanah dan makluk di atasnya.
Hasilnya sangat istimewa. Untuk pertama kalinya, para peneliti melihat langsung makluk-makluk misterius penghuni laut dalam. Selain itu, dalam penelitian itu juga diketahui, endapan di dasar laut Banda berupa tanah lempung halus, suhu air di dasar laut sekitar 3 derajat Celsius, terdapat oksigen meskipun berkadar sangat rendah.
Makluk
laut yang berhasil diangkat dari dasar Palung Laut Banda. Tujuh
kilometer di bawah laut yang gelap gulita, ternyata masih ada makluk
hidupnya.
Makluk yang berhasil diangkat dari kedalaman lebih dari 7000 meter itu, antara lain sejenis teripang Paroriza gravei , jenis cacing Macellicephalus hadalis , isopoda atau serangga laut Macrostylis hadalis dan Leptanthura hendili , dan hewan mirip laba-laba Nympon femorale .
Untuk keperluan penelitian ilmiah selanjutnya, makluk-makluk misterius dari laut dalam Palung Laut Banda itu kini telah diawetkan dan disimpan di Museum Zoologi Kopenhagen .
Meskipun penemuan tersebut sangat berharga, namun mata rantai kehidupan di kedalaman Palung Laut Banda itu sampai sekarang pun masih gelap gulita.
Mungkin kelak kamu-lah peneliti selanjutnya!
SUMBER: http://bobo.kidnesia.com/Bobo/Info-Bobo/Bobo-File/Palung-Banda-yang-Misterius
Langganan:
Komentar (Atom)