Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) Subandriyo mengakui ada getaran yang terasa kuat tersebut. Pihaknya buru-buru mengecek kondisi Merapi dan memastikan gunung tersebut dalam kondisi tenang.
“Kami baru cek Merapi dan kalem. Tidak ada aktivitas berarti,” kata Subandriyo ketika dihubungi JIBI/Harian Jogja melalui telepon Kamis malam.
Subandriyo menduga getaran kuat dan suara gemuruh itu memang berasal dari Kelud. Pihaknya pun mendapatkan laporan kondisi tersebut.
”Ada petugas kami di Gunungkidul yang merasakan getaran kuat. Di Klaten dan Solo juga. Karena Merapi tenang maka kemungkinan memang dari Kelud,” tambahnya.
Kenapa bisa terasa sampai begitu jauh? Menurut Subandriyo jika benar getaran dari Kelud maka kemungkinan sumber letusan dari bagian yang sangat dalam. Artinya?
”Artinya kalau meletus akan besar. Seperti Merapi dulu ketika hendak meletus besar getaran dan gemuruh terasa sampai ke Solo juga,” katanya lagi. (sumber: http://www.solopos.com/2014/02/14/gunung-kelud-meletus-gemuruh-di-soloraya-dan-diy-bukan-dari-merapi-489398)
“Saya kira Merapi njeblug (meletus), ternyata bukan. Ini saya harus setor makanan ke warung,” kata Ibu Tugimin, warga Yogyakarta, Jum’at, 14 Februari 2014 pagi. Warga Yogya itupun menjalankan aktivitasnya menggunakan masker dan payung.
Hingga pukul 06.15 tadi, guyuran abu masih tampak di Yogyakarta. Abu vulkanik warna putih menyelimuti atap rumah, pohon, dan jalan raya. Namun sekitar sepuluh menit kemudian, matahari kuning mulai membuka wajah Kota Yogya.
Warga Yogya lainnya, Bambang, mengaku tahu letusan Gunung Kelud dari siaran televisi. “Kebetulan tadi malam saya belum tidur. Saya pantau tivi sampai jam dua pagi. Saya juga dengar ledakan sekitar pukul 11.00. Semula saya kira juga Merapi,” katanya.
Di Karanganyar, seorang warga, David, mengaku baru sadar jika hujan abu berasal dari gunung Kelud di Kediri. “Saya kira dari gunung Merapi. Tapi setelah menonton televisi, ternyata gunung Kelud yang meletus,” kata warga Bejen, Karanganyar, Jumat pagi.
Dia mengatakan, saat gunung Merapi erupsi pada 2010, hujan abu tidak sampai Karanganyar. Dia menyebut, hujan abu gunung Kelud juga disertai kerikil ukuran kecil. “Terdengar gemericik di atap rumah,” katanya. (Baca: Pengungsi Gunung Kelud Mengendap-endap Demi Sapi)
Saat ini warga Karanganyar tetap beraktivitas. Pengendara sepeda motor memakai jas hujan agar tidak terkena abu vulkanik. (Baca: Telat Mengungsi, Warga Lereng Kelud Diam di Rumah)(sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/02/14/058554066/Kelud-Meletus-Warga-Yogya-Mengira-Merapi-Njeblug)
gunung Kelud di kediri meletus. korbennya belum diketahui. karena aku tinggal di Yogyakarta, aku merasa kota yang abunya paling tebal itu Yogya dan Kediri. aku merasa ada ssuara gluduk-gluduk. lalu aku melihat berita. ternyata Kelud meletus. aku hari ini tidak sekolah karena abunya sampai 15 cm. aku juga mendengar berita kalau bandara adisucipto tidak jadi menerbangkan pesawat 5 kali.
mau melihat videonya? nih:
baru 5 menit (08:17:32(jam 8 pagi lewat 17 menit lewat 32 menit WIB)) aku mendengar suara gluduk sangat keras, sekian dari Ega.
Oleh:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
087739747426